Sistem roster kerja PAMA merupakan pola kerja yang umum diterapkan pada industri tambang, khususnya pekerjaan lapangan.
Sistem ini mengatur periode kerja bergilir, jadwal libur terstruktur, pembagian shift siang malam agar operasional tambang berjalan stabil tanpa mengabaikan kesehatan, keselamatan, kesejahteraan pekerja.
Di industri pertambangan, aktivitas produksi berjalan hampir tanpa jeda. Karena itulah perusahaan kontraktor tambang membutuhkan pengaturan jam kerja yang rapi, terukur, transparan.
Roster menjadi cara paling efektif untuk memastikan tenaga kerja selalu tersedia pada setiap jam operasional.
Profil PT Pamapersada Nusantara (PAMA)

PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dikenal sebagai salah satu perusahaan kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia. PAMA merupakan anak perusahaan PT United Tractors Tbk (bagian Grup Astra) yang fokus pada jasa pertambangan komprehensif mulai desain tambang, eksplorasi, ekstraksi, hauling, hingga pengangkutan komoditas.
Karakter operasional PAMA umumnya memiliki ciri fokus pekerjaan pada area site tambang, operasional berlangsung panjang hingga 24 jam, tenaga kerja dibagi menjadi beberapa grup kerja, sistem kerja berbasis jadwal shift plus roster, dan tidak lupa budaya K3 menjadi prioritas utama.
Apakah PT PAMA Menggunakan Sistem Roster Kerja?
Ya, sistem roster kerja di PAMA diterapkan untuk banyak posisi yang bekerja langsung di area site. Hal ini biasanya tercantum dalam persyaratan lowongan kerja, seperti kewajiban bersedia bekerja dengan sistem roster atau siap ditempatkan di berbagai lokasi kerja.
Penerapan roster di site bertujuan untuk menjaga kelancaran operasional alat berat dan produksi, memastikan ketersediaan tenaga kerja di setiap jam kerja, mengatur pergantian jadwal secara adil antar tim, serta tetap memberikan waktu istirahat yang cukup bagi para pekerja.
Sistem Roster Kerja yang Diterapkan PT PAMA

Sistem roster kerja PAMA merupakan pengaturan kerja lapangan yang mencakup periode kerja dan libur, pembagian shift, serta rotasi tim, agar operasional tetap berjalan, jam kerja terkendali, dan pekerja mendapat waktu istirahat yang cukup.
1. Roster berbasis periode kerja dan libur (On Duty Off Duty)
Pola roster tambang yang dikenal luas di sektor pertambangan dengan roster 8:2 (8 minggu kerja, 2 minggu libur) dalam praktik pertambangan tertentu dan roster 12:2, 6:1 juga dikenal pada penerapan sistem roster di pertambangan.
2. Roster selalu berjalan bersamaan dengan sistem shift
Tambang beroperasi panjang, sehingga roster hampir selalu berjalan bersamaan dengan shift kerja. Umumnya terdiri atas shift siang (day shift) dan shift malam (night shift).
3. Pembagian tim roster
Agar produksi tidak berhenti saat pergantian orang, sistem roster membagi tenaga kerja menjadi beberapa tim tetap. Tujuannya adalah untuk pergantian shift lebih rapi, serah terima alat, laporan produksi, safety briefing lebih terstruktur, dan meminimalkan kekurangan manpower pada jam krusial.
4. Mekanisme cuti roster libur terencana setelah masa kerja
Salah satu yang paling membedakan roster tambang adalah adanya cuti roster atau waktu off yang sudah dihitung sebagai bagian pola kerja. Beberapa penjelasan penting itu adalah off roster bukan sekadar libur mingguan, dan off roster disusun sebagai sistem pemulihan tenaga kerja.
5. Penerapan roster PAMA umumnya khusus pekerjaan site
PAMA secara terbuka sering mencantumkan syarat rekrutmen “bersedia bekerja sistem roster” untuk posisi site. Ini memperjelas roster menjadi ciri kerja utama PAMA pada jobsite.
Tabel Contoh Jadwal Roster Kerja PT PAMA
Pada praktiknya, tabel roster di perusahaan tambang seperti PAMA biasanya dibuat agar karyawan langsung bisa membaca 3 hal utama:
1. Status kerja: on duty atau off duty
2. Shift kerja: siang atau malam (day/night)
3. Rotasi tim: perpindahan shift sesuai periode tertentu
Tabel 1: Roster Harian On Duty + Rotasi Shift (8 Hari Kerja 2 Hari Libur)
| Hari | Status | Shift |
| 1 | On Duty | Day |
| 2 | On Duty | Day |
| 3 | On Duty | Day |
| 4 | On Duty | Day |
| 5 | On Duty | Night |
| 6 | On Duty | Night |
| 7 | On Duty | Night |
| 8 | On Duty | Night |
| 9 | Off Duty | Off |
| 10 | Off Duty | Off |
Tabel 2: Roster Site Tambang Per Minggu
Ini contoh paling mudah dipahami untuk pola kerja tambang yang menerapkan on duty 2 minggu dan off duty 1 minggu.
| Periode | Minggu ke | Status | Catatan Praktik |
| Kerja | 1 | On Duty | Tinggal di camp, kerja shift |
| Kerja | 2 | On Duty | Tetap on duty di site |
| Libur | 3 | Off Duty | Kembali ke POH / domisili |
Pada contoh roster diatas, jadwal libur bukan Sabtu Minggu. Maka dari itu libur dapat lebih terstruktur sesuai periode roster dan banyak orang menyebut ini sebagai “cuti roster”
Tabel 3: Roster 3 Shift
Di beberapa jobsite, sistem roster 3 shift diterapkan untuk mengatur jam kerja yang lebih padat dan berkelanjutan. Pola ini membantu memastikan operasional tetap berjalan lancar sesuai kebutuhan lapangan. Berikut contoh tabel roster kerja 3 shift:
| Hari | Status | Shift | Jam (Contoh) |
| 1 | On Duty | Shift 1 | 07.00–15.00 |
| 2 | On Duty | Shift 2 | 15.00–23.00 |
| 3 | On Duty | Shift 3 | 23.00–07.00 |
| 4 | Off Duty | Off | Libur roster |
| 5 | On Duty | Shift 1 | 07.00–15.00 |
| 6 | On Duty | Shift 2 | 15.00–23.00 |
| 7 | On Duty | Shift 3 | 23.00–07.00 |
Posisi atau Divisi yang Umumnya Menggunakan Sistem Roster

Tidak semua posisi di PAMA memakai roster. Roster paling banyak digunakan pada posisi yang terkait operasional site.
Posisi produksi (operation):
1. Operator excavator
2. Operator dozer
3. Operator grader
4. Driver DT (dump truck)
5. Foreman produksi
6. Dispatcher
Posisi maintenance alat berat (plant):
1. Mechanic
2. Electrician
3. Tyreman
4. Welder
5. Planner / maintenance support
Posisi keselamatan dan kontrol operasional:
1. HSE / SHE officer (tergantung site)
2. ERT (Emergency Response Team)
3. Quality control tertentu
Posisi pendukung site:
1. Warehouse
2. Fuelman
3. Logistic support
Pada divisi tersebut, sistem roster kerja PAMA menjadi standar karena pekerjaan wajib hadir di site.
Perbedaan Roster Kerja Karyawan Site dan Non Site
Banyak pelamar tidak menyadari bahwa roster biasanya identik dengan pekerjaan site. Ini perlu dipahami agar ekspektasi sesuai realita.
Karyawan site:
1. Tinggal di camp / mess
2. Kerja dengan roster on off
3. Jam kerja berbasis shift
4. Mobilitas tinggi di area tambang
5. Fokus utama produktivitas dan keselamatan
B. Karyawan non site:
1. Jam kerja kantor normal
2. Pulang harian
3. Lebih dekat dengan fungsi administratif, manajemen, perencanaan
4. Tidak terikat roster panjang
Pada beberapa kondisi tertentu, non site tetap bisa menjalani lembur atau jadwal khusus, tetapi tidak sama seperti roster site.
Hal yang Perlu Dipahami Pelamar Terkait Roster Kerja
Bagian ini penting karena roster mempengaruhi fisik, mental, kehidupan sosial.
1. Roster mempengaruhi ritme hidup
Roster membuat jadwal libur berbeda dibanding orang lain. Libur bisa jatuh di hari kerja biasa, bukan Sabtu Minggu.
2. Adaptasi tidur menjadi tantangan utama
Shift malam menuntut disiplin tinggi. Tanpa manajemen tidur yang baik, pekerja rentan terkena penyakit. Kondisi tambang menuntut kewaspadaan tinggi, sehingga tidur yang baik dibutuhkan.
3. Pemahaman jam kerja dan lembur
Pekerjaan lapangan bisa menuntut jam panjang. Namun secara regulasi, jam kerja normal dikenal 40 jam per minggu dalam skema 5 hari atau 6 hari kerja.
4. Roster tidak sama dengan shift
Shift merupakan pembagian jam kerja harian (siang malam) sedangkan roster adalah sistem jadwal menyeluruh (on off plus rotasi shift)
5. Mental kerja site
Sistem roster kerja PAMA menuntut kesiapan seperti akan kerja jauh dari keluarga, tinggal dalam komunitas camp, komunikasi teamwork kuat, dan harus patuh SOP dan K3.
Kesimpulan
Sistem roster kerja PAMA adalah sistem penjadwalan kerja bergilir yang mengatur periode kerja dan libur, termasuk rotasi shift siang malam, agar operasional pertambangan berjalan stabil.
Sistem ini umum diterapkan pada pekerjaan site seperti produksi, maintenance, safety, logistik operasional.
Bagi pelamar, pemahaman roster penting agar tidak salah ekspektasi. Roster berpengaruh pada pola tidur, kesehatan, ritme sosial, kesiapan mental bekerja di jobsite.
Dengan persiapan yang tepat, sistem roster kerja PAMA dapat menjadi pola kerja yang terstruktur, adil, mendukung produktivitas, tetap memberi waktu libur jelas.
Baca Juga: Roster Kerja: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya di Dunia Kerja


