Sistem kerja PT Yasunaga menjadi informasi yang sering dicari sebelum melamar kerja, sebab PT Yasunaga termasuk salah satu perusahaan manufaktur otomotif terbesar di dunia dengan pusatnya berada di Jepang.
Di dalam artikel ini, penulis akan membahas dengan lengkap mengenai jam kerja, pembagian shift, hari libur, hingga sistem lembur yang akan membantu kamu untuk memantapkan keputusan, sebelum melamar di perusahaan ini. Yuk, Simak penjelasannya di bawah ini.
Profil PT Yasunaga Indonesia

PT Yasunaga Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang komponen otomotif, dengan fokus pada produksi parts mesin kendaraan seperti air pump dan komponen pendukung lainnya.
Perusahaan ini berafiliasi dengan Yasunaga Corporation Jepang dan menjalankan kegiatan produksinya di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.
Sebagai produsen komponen mesin, aktivitas operasional PT Yasunaga Indonesia menuntut tingkat presisi tinggi, pengawasan kualitas yang ketat, penerapan standar keselamatan, serta pengaturan produksi yang terjadwal, sehingga mempengaruhi sistem kerja, target output, dan kebutuhan lembur.
Sistem Kerja PT Yasunaga Per-Divisi
Sistem kerja PT Yasunaga umumnya menyesuaikan karakter fungsi kerja. Berikut gambaran sistem kerja yang diterapkan oleh PT Yasunaga berdasarkan fungsi kerja:
| Divisi / Area | Sistem Kerja | Jam Kerja / Shift | Keterangan |
| Produksi | Shift | Pagi: 07.00–15.00Sore: 15.00–23.00Malam: 23.00–07.00 | Machining, line produksi, assembly, QC, packaging, gudang bahan & barang jadi. |
| Staf Kantor | Non-shift | 08.00–17.00 | Administrasi, finance, HR, purchasing, PPIC, quality system, EHS, engineering support, dokumentasi. |
| Lapangan / Operasional | Fleksibel | Menyesuaikan kebutuhan operasional | Pengiriman, logistik, gudang, material handling, driver internal, teknisi. |
Hari Kerja dan Libur
Sistem kerja PT Yasunaga terkait hari kerja umumnya berbeda sesuai unit. Pola kerja yang umum terjadi di PT Yasunaga sebagai berikut:
1. Pola 5 hari kerja
Sering diterapkan pada fungsi kantor, fokus senin sampai jumat.
2. Pola 6 hari kerja
Sering muncul pada unit operasional tertentu, terutama produksi, gudang, logistik, maintenance, bergantung kebutuhan output.
3. Rolling libur pada kerja shift
Tim shift biasanya menggunakan jadwal libur bergilir agar produksi berjalan stabil. Hari libur bisa jatuh pada hari kerja biasa, bukan selalu akhir pekan.
4. Terkait libur nasional
Unit non shift biasanya lebih mudah mengikuti kalender libur nasional. Unit shift dapat tetap beroperasi melalui pengaturan tim pengganti. Kompensasi kerja saat tanggal merah umumnya mengikuti ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku serta kebijakan internal perusahaan.
Sistem lembur

Sistem kerja PT Yasunaga pada praktiknya dapat melibatkan lembur, terutama saat target produksi meningkat, kendala mesin terjadi, keterlambatan material, perubahan jadwal pengiriman, kebutuhan rework, audit kualitas. Berikut sistem lembur PT Yasunaga:
1. Lembur bersifat situasional, keputusan ada pada supervisor atau manajer sesuai kebutuhan operasional
2. Perhitungan lembur umumnya berbasis jam, tercatat melalui absensi, form lembur, persetujuan atasan
3. Pembayaran lembur umumnya mengikuti regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, dilengkapi kebijakan internal
Status karyawan dan sistem kontrak
Sistem kerja PT Yasunaga terkait status kerja umumnya terbagi PKWT, PKWTT, kemungkinan outsourcing pada pekerjaan penunjang tertentu.
1. PKWT
PKWT biasanya dipakai pada kebutuhan periode tertentu, pengisian posisi operasional, penambahan kapasitas produksi. Durasi kontrak dapat bervariasi sesuai kebutuhan unit serta aturan yang berlaku. Perpanjangan kontrak biasanya dipengaruhi evaluasi performa, disiplin, kehadiran, kepatuhan SOP.
2. PKWTT
PKWTT mengarah status karyawan tetap setelah memenuhi kriteria perusahaan. Penilaian umumnya mencakup kinerja, kualitas kerja, kedisiplinan, kemampuan kerja tim, kontribusi perbaikan proses, kebutuhan formasi.
3. Outsourcing
Outsourcing dapat muncul pada fungsi penunjang tertentu. Poin utama yang perlu diperiksa ialah kejelasan vendor, benefit, jaminan sosial, aturan penempatan, jam kerja.
| Area Kerja | Karakter Lingkungan & Beban Kerja | Kriteria Kecocokan Karyawan |
| Produksi | Tekanan meningkat saat target dan deadline tinggi. Beban fisik berupa berdiri lama, gerakan repetitif, kebisingan mesin, dan suhu area tertentu. | Stamina baik, teliti, disiplin SOP, siap kerja tim |
| Kantor | Tekanan berasal dari target kerja, deadline laporan, dan koordinasi antar departemen. | Rapi administrasi, komunikatif, analitis, kuat manajemen prioritas |
| Lapangan | Tekanan terkait ketepatan waktu, akurasi barang, dan keamanan proses muat-bongkar. | Sigap, disiplin, nyaman dengan kerja dinamis |
Kesimpulan
Sistem kerja PT Yasunaga menerapkan pengaturan jam kerja yang berbeda sesuai divisi. Karyawan produksi bekerja dengan sistem tiga shift, yaitu shift pagi 07.00–15.00, shift sore 15.00–23.00 dan shift malam 23.00–07.00, untuk menjaga kontinuitas produksi.
Staf kantor umumnya bekerja non-shift dengan jam reguler 08.00–17.00, sedangkan unit lapangan memiliki jam kerja yang lebih fleksibel mengikuti kebutuhan operasional dan distribusi.
Pola hari kerja dapat berupa lima hari atau enam hari kerja, dengan sistem libur bergilir bagi karyawan shift.


