Sistem kerja PT Nabati Majalengka menjadi topik yang paling sering dicari kandidat sebelum melamar. Di dalam artikel ini, pembahasan akan difokuskan pada sistem roster kerja PT Nabati Majalengka, termasuk pola kerja, mekanisme rotasi, serta informasi penting lainnya yang perlu dipahami oleh calon pelamar.
Profil PT Nabati Majalengka

PT Nabati Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman, khususnya produk biskuit, wafer, wafer stick, dan camilan lainnya.
Perusahaan ini berdiri pada tahun 1990 dan berkembang pesat menjadi salah satu produsen snack terbesar di Indonesia. PT Nabati memiliki ribuan karyawan yang bekerja di pabrik, kantor pusat, serta unit distribusi di berbagai wilayah.
Selain fokus pada produksi dan distribusi, perusahaan juga menekankan inovasi produk, kualitas bahan baku, dan kepuasan konsumen sebagai bagian dari strategi bisnisnya.
Sistem Kerja Per-Divisi PT Nabati Majalengka
Struktur sistem kerja PT Nabati Majalengka terbagi ke dalam beberapa divisi utama dengan karakteristik pekerjaan yang berbeda. Berikut gambaran sistem kerja yang ada di PT Nabati:
1. Sistem kerja staf produksi
Sistem kerja shift paling umum muncul di produksi, QC, packaging, gudang bahan baku, gudang barang jadi, maintenance, juga utilitas. Alasan utamanya sederhana, proses manufaktur butuh kesinambungan output, kontrol kualitas, keamanan pangan, ketepatan jadwal pengiriman.
2. Sistem kerja staf kantor
Sistem kerja PT Nabati Majalengka pada staf kantor cenderung non shift dengan jam kerja reguler. Aktivitas berputar pada pekerjaan administrasi, koordinasi antar departemen, pengolahan data, laporan, dukungan operasional pabrik.
3. Sistem kerja staf lapangan
Beberapa peran staf lapangan sering berkaitan dengan logistik, distribusi, transport, aktivitas gudang tertentu, sales area, juga dukungan operasional di titik layanan. Pola jam kerja lebih dinamis karena mengikuti rute, jadwal muat bongkar, kebutuhan pelanggan, target layanan.
Jam Kerja dan Pembagian Shift PT Nabati Majalengka
Sistem kerja di PT Nabati Majalengka dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu untuk staf produksi dan staf kantor.
Staf produksi biasanya mengikuti sistem shift agar operasional pabrik berjalan 24 jam sehari, sedangkan staf kantor menerapkan jam kerja standar Senin–Jumat.
Jam masuk dan pulang bisa berbeda antar plant, departemen, atau line produksi, dengan waktu istirahat yang terstruktur sesuai regulasi perusahaan dan ketentuan K3.
| Jenis Karyawan | Shift / Jam Kerja | Keterangan |
| Staf Produksi | Shift Pagi: 07.00 – 15.00 | Pola rotasi mingguan, waktu istirahat terstruktur |
| Shift Sore: 15.00 – 23.00 | Sesuai kebutuhan operasional line produksi | |
| Shift Malam: 23.00 – 07.00 | Pola rotasi mingguan | |
| Staf Kantor | Senin–Jumat: 08.00 – 17.00 | Variasi bisa terjadi untuk unit yang terkait pabrik |
Sistem shift ini memastikan pabrik tetap beroperasi maksimal, sementara jam kerja staf kantor menyesuaikan kebutuhan administratif dan koordinasi operasional.
Hari Kerja dan Libur PT Nabati Majalengka
Sistem kerja PT Nabati Majalengka terkait hari kerja bisa mengikuti pola 5 hari kerja atau 6 hari kerja, tergantung unit. Pola yang umum diterapkan pada perusahaan manufaktur skala besar
1. Pola 5 hari kerja
Umumnya digunakan untuk staf kantor, fokus produktivitas senin sampai jumat.
2. Pola 6 hari kerja
Umumnya digunakan untuk unit operasional tertentu seperti staf produksi dengan sistem shiftnya
3. Rolling libur pada kerja shift
Untuk staf yang bekerja shift, libur bergeser mengikuti rotasi tim agar produksi tetap berjalan.
4. Libur nasional
Unit non shift biasanya lebih mudah menyesuaikan kalender libur nasional. Unit shift bisa tetap beroperasi dengan pengaturan tim pengganti. Kompensasi kerja saat tanggal merah umumnya mengikuti ketentuan perusahaan serta regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Sistem Lembur PT Nabati Majalengka

Sistem kerja PT Nabati Majalengka pada praktiknya bisa melibatkan lembur pada kondisi tertentu, terutama saat target produksi meningkat, terjadi kendala mesin, ada permintaan mendadak, ada keterlambatan muat bongkar, atau kebutuhan penyelesaian laporan penting.
1. Lembur bersifat situasional
Keputusan ada pada atasan langsung sesuai kebutuhan operasional.
2. Perhitungan lembur
Pada umumnya, setiap karyawan diwajibkan bukti absensi serta persetujuan lembur.
3. Pembayaran lembur
PT Nabati Majalengka umumnya mengikuti regulasi ketenagakerjaan serta kebijakan perusahan.
Status Karyawan dan Sistem Kontrak
Sistem kerja PT Nabati Majalengka terkait status kerja biasanya terbagi menjadi PKWT, PKWTT, serta kemungkinan penggunaan outsourcing pada fungsi penunjang tertentu, tergantung kebutuhan unit.
1. PKWT
PKWT umumnya dipakai pada kebutuhan periode tertentu, penambahan kapasitas produksi, pengisian posisi operasional, masa penilaian awal sesuai aturan. Durasi kontrak bervariasi. Perpanjangan biasanya tergantung evaluasi kinerja, kedisiplinan, kebutuhan produksi.
2. PKWTT
PKWTT mengarah pada status karyawan tetap setelah memenuhi ketentuan perusahaan. Penilaian umumnya mempertimbangkan performa, kepatuhan SOP, kehadiran, kualitas kerja, rekomendasi atasan, kebutuhan formasi.
3. Outsourcing
Outsourcing sering muncul pada pekerjaan penunjang tertentu. Detail vendor, benefit, sistem kerja, biasanya tertulis jelas pada kontrak kerja pihak ketiga.
Lingkungan dan Beban Kerja
Sistem kerja PT Nabati Majalengka cenderung menuntut disiplin, ketahanan ritme, fokus kualitas, sebab industri makanan ringan sensitif pada konsistensi produk, keamanan pangan, ketepatan distribusi, kepatuhan standar.
Lingkungan kerja produksi:
1. Tekanan kerja meningkat saat target output tinggi
2. Beban fisik muncul karena berdiri lama, gerakan berulang, kebisingan, suhu area tertentu
3. Ketelitian tinggi diperlukan pada QC, pencatatan, standar kebersihan
4. Cocok bagi kandidat yang kuat stamina, teliti, patuh prosedur, siap kerja tim
Lingkungan kerja kantor:
1. Tekanan kerja muncul lewat target, deadline, koordinasi lintas departemen
2. Ritme kerja dipengaruhi audit, closing, proyek operasional, permintaan data cepat
3. Cocok bagi kandidat yang rapi administrasi, komunikatif, analitis, kuat manajemen prioritas
Kesimpulan
PT Nabati Majalengka menerapkan shift 3 giliran untuk staf produksi (pagi 07.00–15.00, sore 15.00–23.00, malam 23.00–07.00) dengan rotasi mingguan dan pola 6 hari kerja, sedangkan staf kantor bekerja 5 hari Senin–Jumat pukul 08.00–17.00. Lembur bersifat situasional sesuai kebutuhan operasional, dan status karyawan bisa PKWT, PKWTT atau outsourcing.


