Roster kerja pabrik adalah sistem penjadwalan kerja yang menyusun giliran masuk, libur, jam kerja, rotasi shift, hingga pembagian tim kerja secara terstruktur agar operasional pabrik tetap berjalan stabil.
Sistem ini umum diterapkan pada industri yang membutuhkan produksi berkelanjutan, target output tinggi, serta kontrol ketat terhadap kapasitas tenaga kerja.
Di dalam artikel ini, penulis akan membahas sistem, pola kerja, penerapannya di industri pabrik dan beberapa informasi penting lainnya yang harus kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Pengertian Roster Kerja Pabrik

Roster kerja pabrik adalah sistem penjadwalan kerja yang mengatur pembagian jam masuk, jam pulang, rotasi shift, hari kerja, serta hari libur karyawan dalam periode tertentu (mingguan, dua mingguan, bulanan) agar operasional pabrik tetap berjalan lancar.
Dalam sistem ini, karyawan dibagi ke beberapa tim kerja lalu dijadwalkan bergiliran agar kebutuhan tenaga kerja di tiap lini produksi selalu terpenuhi.
Roster pabrik biasanya diterapkan pada industri yang membutuhkan aktivitas produksi berkelanjutan, termasuk operasi 24 jam. Karena itu, roster tidak hanya sekadar jadwal shift, tetapi juga metode kontrol SDM agar beban kerja lebih seimbang, produktivitas terjaga, serta risiko kelelahan kerja lebih terkendali.
Alasan Pabrik Menggunakan Sistem Roster Kerja
Ada beberapa alasan kuat mengapa roster kerja pabrik menjadi tolak ukur dan sering digunakan:
1. Menjaga produksi tetap berjalan
Pabrik yang mengejar volume produksi tinggi membutuhkan jam operasional panjang. Roster mengatur rotasi agar produksi bisa berjalan 24 jam tanpa membebani satu kelompok pekerja.
2. Membagi beban kerja secara merata
Roster memastikan beban shift malam, hari libur, atau jam padat tidak hanya jatuh ke orang tertentu.
3. Mengurangi risiko kelelahan kerja
Roster yang baik menyusun jeda istirahat cukup antar shift agar kelelahan dapat ditekan.
5. Memenuhi target output serta kapasitas mesin
Mesin produksi memiliki kapasitas optimal tertentu. Roster membantu perusahaan menyesuaikan jumlah operator sesuai kebutuhan jam puncak.
Dengan sistem ini, pekerja pabrik dapat menyeimbangkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Tabel Sistem Roster Kerja Pabrik
Pada umumnya terbagi menjadi 3 shift, yaitu shift pagi (07.00–15.00), shift Sore (15.00–23.00) dan shift Malam (23.00–07.00). Berikut contoh tabel roster kerja pabrik yang umum digunakan di Indonesia.
Roster 3 Shift (8 Jam) 6 Hari Kerja
| Hari | Tim A | Tim B | Tim C |
| Senin | Shift Pagi | Shift Sore | Shift Malam |
| Selasa | Shift Pagi | Shift Sore | Shift Malam |
| Rabu | Shift Pagi | Shift Sore | Shift Malam |
| Kamis | Shift Sore | Shift Malam | Shift Pagi |
| Jumat | Shift Sore | Shift Malam | Shift Pagi |
| Sabtu | Shift Sore | Shift Malam | Shift Pagi |
| Minggu | Libur | Libur | Libur |
Sistem ini mengatur rotasi agar tim tidak selalu berada di shift yang sama.
Roster 4 Grup 2-2-2
Pola yang biasa diterapkan oleh rata-rata pabrik di Indonesia terdiri dari 2 hari pagi, 2 hari sore, 2 hari malam, 2 hari libur.
| Hari | Tim A | Tim B | Tim C | Tim D |
| 1–2 | Pagi | Libur | Sore | Malam |
| 3–4 | Sore | Pagi | Malam | Libur |
| 5–6 | Malam | Sore | Libur | Pagi |
| 7–8 | Libur | Malam | Pagi | Sore |
Pola ini banyak dipakai karena dianggap relatif seimbang, tetap butuh evaluasi aspek kelelahan.
Jenis Pabrik yang Menggunakan Sistem Roster

Tidak semua industri memerlukan roster. Umumnya roster diterapkan pada pabrik yang punya karakter produksi kontinu.
1. Manufaktur makanan, minuman
Produksi bersifat massal, banyak mesin beroperasi panjang, mudah rugi bila berhenti.
2. Pabrik FMCG (barang konsumsi cepat)
Pabrik sabun, deterjen, tisu, kosmetik, kebutuhan rumah tangga.
3. Industri tekstil, garmen
Line produksi panjang, bergantung target harian.
4. Pabrik kimia, farmasi
Banyak proses berbasis batch, kontrol kualitas ketat, operasi cenderung berjalan bergiliran.
5. Industri logam, otomotif
Membutuhkan pembagian shift operator mesin.
Pada industri semacam ini, roster kerja pabrik berfungsi menjaga stabilitas output sekaligus menjaga safety.
Perbedaan Roster Kerja Pabrik dan Shift Kerja Pabrik
Banyak orang menyamakan roster dengan shift. Padahal konsep yang dijalankan berbeda.
1. Shift kerja
Shift adalah pembagian jam kerja dalam satu hari dan fokus pada jam kerja harian, misalnya shift pagi, shift sore, dan shift malam saja.
2. Roster kerja
Roster adalah susunan jadwal menyeluruh yang mengatur siapa kerja pada shift apa, kapan rotasi shift berubah, kapan libur, kapan kembali masuk, dan pembagian grup tim
Artinya shift adalah komponen, roster adalah sistem besar yang mengatur semuanya. Namun dalam praktiknya, orang sering menyebutnya “jadwal shift” sebagai roster dan “rotasi shift” sebagai roster.
Kelebihan dan Kekurangan Roster Kerja Pabrik
Kelebihan roster kerja pabrik:
1. Operasional stabil 24 jam
2. Pembagian kerja lebih adil.
3. Perencanaan SDM lebih mudah
4. Mendukung kepatuhan jam kerja
Kekurangan roster pabrik:
1. Risiko kelelahan pada shift malam
2. Adaptasi tubuh lebih berat
3. Tantangan sosial keluarga
4. Risiko salah komunikasi jadwal
Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Bekerja dengan Roster Kerja Pabrik

1. Pahami pola roster yang dipakai
Tanyakan pola yang digunakan, misalnya 3 shift rotasi mingguan, 2-2-2-2, 4-2, atau 6-1. Setiap pola punya dampak berbeda pada tubuh pekerja.
2. Hitung total jam kerja mingguan
Di Indonesia, terdapat ketentuan waktu kerja 40 jam per minggu dengan skema 5 hari atau 6 hari kerja.
3. Cek aturan lembur serta kompensasi
Bila pabrik sering lembur, pahami batas maksimal lembur, perhitungan upah lembur, dan jadwal lembur masuk roster atau tidak. PP 35/2021 dikenal mengatur waktu kerja lembur, termasuk batas 4 jam per hari dan 18 jam per minggu (di luar lembur saat hari libur/istirahat mingguan).
4. Pahami tunjangan shift
Beberapa pabrik memberi tunjangan khusus seperti tunjangan shift malam, tunjangan makan, tunjangan transport, dan insentif kehadiran. Hal ini penting karena beban biologis shift malam tidak sama dengan shift pagi.
5. Pahami SOP keselamatan kerja
Shift malam rawan kecelakaan karena fokus menurun. Pastikan perusahaan punya yang kamu lamar memiliki SOP K3 jelas, briefing harian, dan sistem serah terima shift
Kesimpulan
Roster kerja pabrik adalah sistem penjadwalan komprehensif yang mengatur rotasi shift, hari kerja, libur, serta pembagian tim agar produksi berjalan stabil.
Roster pabrik menjadi solusi penting pada industri yang membutuhkan operasional panjang, target output tinggi, serta pembagian beban kerja yang adil.
Pemahaman pola roster, total jam kerja, aturan lembur, tunjangan shift, serta strategi kesehatan menjadi faktor utama agar pekerja tetap produktif.
Roster yang dirancang baik bukan hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga menjaga keselamatan serta kesejahteraan tenaga kerja.
Baca Juga: Roster Kerja Tambang: Penjelasan Sistem, Pola Kerja, dan Penerapannya di Industri Pertambangan


