Roster kerja Amman Mineral Nusa Tenggara menjadi salah satu topik yang paling sering dibahas pelamar kerja, karena pola kerja tambang berbeda jauh dibanding pekerjaan kantoran. Pada pekerjaan site, karyawan tidak pulang setiap hari.
Mereka bekerja dalam periode tertentu, tinggal di camp/mess, lalu mendapat libur terjadwal sebelum kembali masuk pada periode berikutnya.
Pola roster dianggap efektif karena mampu menjaga produktivitas tambang tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Dalam industri seperti pertambangan tembaga emas, sistem kerja harus memastikan orang yang tepat tersedia pada jam operasional yang tepat, termasuk untuk shift malam.
Profil PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) adalah perusahaan pertambangan tembaga dan emas yang mengelola Tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Batu Hijau merupakan salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia dengan sistem tambang terbuka dan operasi berskala besar, mulai dari penambangan, pengangkutan material, hingga pengolahan bijih menjadi konsentrat tembaga yang mengandung emas dan perak.
Selain Batu Hijau, AMNT juga menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan Proyek Elang di Pulau Sumbawa.
Proyek ini diproyeksikan sebagai bagian penting untuk mendukung keberlanjutan operasi pertambangan AMNT di masa mendatang. Seluruh kegiatan operasional perusahaan didukung oleh fasilitas kerja site yang memerlukan pengelolaan tenaga kerja secara berkelanjutan.
Apakah PT AMNT Menggunakan Sistem Roster Kerja?
Ya. PT AMNT dikenal menerapkan sistem kerja roster pada banyak posisi khususnya pekerjaan site. Isu jadwal roster AMNT bahkan kerap menjadi bahasan publik karena berkaitan dengan pola kerja karyawan di area operasi tertentu.
Pada konteks industri tambang, penerapan roster biasanya muncul karena kebutuhan produksi dan maintenance 24 jam. Hal ini juga agar pekerja agar tidak kelelahan serta pengaturan perjalanan masuk keluar site (travel schedule).
Sistem Roster Kerja PT AMNT

Pada pertambangan, roster bukan hanya jadwal shift harian. Sistem roster mencakup siklus kerja-libur, pembagian tim kerja, serta rotasi shift siang malam. Berikut bentuk penerapan sistem roster yang umum di lingkungan AMNT:
1. Roster 4:2 (empat minggu kerja, dua minggu libur)
Roster 4:2 berarti 4 minggu kerja (on duty) dan 2 minggu libur (off duty). Pola ini dikenal luas dibicarakan dalam konteks roster AMNT.
2. Roster 8:4 atau variasi roster panjang
Roster panjang seperti 8:4 pernah dibahas sebagai pola yang diberlakukan sementara pada situasi tertentu. Interpretasi sederhananya periode kerja lebih panjang, periode libur lebih panjang dan terkait efisiensi mobilitas serta pengendalian operasional pada kondisi tertentu.
3. Rotasi shift (day shift, night shift)
Walaupun seseorang berada dalam periode “on duty”, jam kerja harian tetap dibagi shift dengan shift siang (day shift) danshift malam (night shift). Dalam tambang, rotasi shift dilakukan untuk menjaga pemerataan beban kerja serta memastikan proses produksi berjalan stabil.
4. Komponen tambahan dalam roster tambang
Dalam praktik lapangan, roster juga biasanya berkaitan dengan jadwal perjalanan (travel in travel out), jadwal medical check (terutama pekerjaan risiko tinggi). dan jadwal serah terima alat, unit, laporan kerja.
Tabel Contoh Jadwal Roster Kerja PT AMNT
Agar mudah dibayangkan, berikut contoh tabel roster tambang (ilustrasi edukatif). Jadwal resmi internal perusahaan bisa berbeda menurut site dan kebutuhan proyek.
Tabel 1: Roster 4:2 (Format Mingguan)
| Periode | Minggu | Status |
| On Duty | 1 | Kerja di site |
| On Duty | 2 | Kerja di site |
| On Duty | 3 | Kerja di site |
| On Duty | 4 | Kerja di site |
| Off Duty | 5 | Libur roster |
| Off Duty | 6 | Libur roster |
Tabel 2: Roster On Duty + Rotasi Shift (14 Hari)
| Hari | Status | Shift |
| 1–7 | On Duty | Day shift |
| 8–14 | On Duty | Night shift |
| 15–21 | Off Duty | Libur |
Tabel 3: Roster 8 Minggu Kerja
| Periode | Minggu | Status |
| On Duty | 1–8 | Kerja di site |
| Off Duty | 9–10 | Libur roster |
Posisi atau Divisi yang Umumnya Menggunakan Sistem Roster
Pada tambang, roster diterapkan terutama pada peran yang wajib hadir langsung di site.
Operasi produksi:
1. Operator alat berat
2. Driver hauling
3. Pengawas lapangan
4. Dispatch (pengatur unit)
Maintenance / plant:
1. Mechanic alat berat
2. Electrician
3. Welder
4. Planner maintenance
5. Reliability
Safety dan emergency:
1. HSE/SHE site
2. Tim emergency response (ERT)
Fungsi pendukung site:
1. Logistik operasional
2. Warehouse
3. Fuel handling
4. Catering camp (tergantung pengelolaan)
Sementara posisi non site lebih banyak berada dalam jam kerja kantor.
Perbedaan Roster Kerja Karyawan Site dan Non Site

Karyawan site:
1. Tinggal di mess/camp
2. Menjalani on duty off duty
3. Bekerja berdasarkan shift siang/malam
4. Lingkungan kerja lebih berisiko, SOP ketat
5. Fokus utama pada produksi dan safety
Karyawan non site:
1. bekerja di kantor (head office/office support)
2. pulang harian
3. jam kerja reguler
4. ritme kerja lebih stabil
Hal yang Perlu Dipahami Pelamar Terkait Roster Kerja
1. Roster mempengaruhi keluarga dan sosial
Libur roster dapat jatuh pada hari biasa. Ini perlu disiapkan mental agar hubungan keluarga tetap sehat.
2. Adaptasi pola tidur
Shift malam menuntut manajemen tidur yang baik. Risiko utama pekerja roster adalah fatigue, penurunan konsentrasi, dan kecelakaan kerja akibat human error.
3. Roster bukan shift
Banyak yang berspekulasi menyamakan roster dengan shift. Pada dasarnya kedua hal tersebut sangatlah berbeda karena shift membahas jam kerja dalam sehari dan roster membahas siklus kerja dan libur beserta rotasi shift.
4. Kesiapan hidup di camp
Tinggal di camp membuat pelamar harus siap aturan mess, disiplin waktu, hidup berbasis komunitas, dan akses kota terbatas,
5. Pastikan memahami hak dan kewajiban
Pola kerja tambang memiliki rujukan ketentuan waktu kerja istirahat pada daerah operasi tertentu. Pembahasan yang mengutip regulasi sektor pertambangan seperti Permenakertrans No. PER-15/MEN/VII/2005 juga muncul dalam diskusi roster.
Kesimpulan
Roster kerja Amman Mineral Nusa Tenggara adalah sistem kerja bergilir khas pertambangan yang mengatur periode kerja dan periode libur (on duty off duty), sekaligus mengatur rotasi shift agar operasional tambang berjalan stabil.
Sistem ini diterapkan terutama pada pekerjaan site karena kebutuhan produksi, maintenance, safety, serta logistik yang berlangsung panjang.
Baca Juga: Sistem Roster Kerja PAMA Persada, Lengkap Beserta Penjelasannya


