Gaji STTD perkeretaapian menjadi informasi penting bagi lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang ingin berkarir di sektor transportasi kereta api. Mengetahui gambaran gaji sejak awal, membantu calon karyawan mempersiapkan ekspektasi pendapatan yang realistis, terutama ketika mereka memasuki dunia kerja di bidang kereta api.
Di dalam artikel ini, penulis akan menjelaskan secara rinci besaran gaji STTD perkeretaapian, mulai dari posisi operasional hingga manajerial, serta tunjangan dan sistem kerja yang berlaku. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Latar Belakang STTD Perkeretaapian

Transportasi kereta api merupakan salah satu tulang punggung sistem logistik dan mobilitas manusia di Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang perkeretaapian umumnya memiliki struktur organisasi yang lengkap, mencakup divisi operasional, teknis, administrasi, keselamatan, hingga manajemen strategis.
Lulusan STTD perkeretaapian memiliki peluang luas untuk bekerja di berbagai perusahaan dan instansi yang terlibat dalam transportasi rel. Mereka dapat diterima baik di badan usaha milik negara, perusahaan swasta, maupun lembaga pemerintahan yang menangani aspek keselamatan dan operasi transportasi darat. Kompetensi yang dimiliki lulusan mencakup pemahaman teknis serta kemampuan manajerial di bidang transportasi rel.
Kisaran Gaji STTD Perkeretaapian Semua Posisi
Informasi gaji di bawah ini disesuaikan berdasarkan level pengalaman yang dapat kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum melamar ke perusahaan dengan posisi yang dituju.
| No | Posisi / Jabatan | Kisaran Gaji per Bulan |
| 1 | Operator Kereta Api | Rp6.000.000 – Rp10.000.000 |
| 2 | Kondektur / Petugas Layanan | Rp5.000.000 – Rp8.000.000 |
| 3 | Petugas Stasiun | Rp5.000.000 – Rp9.000.000 |
| 4 | Teknisi Perkeretaapian | Rp6.500.000 – Rp12.000.000 |
| 5 | Pengawas Operasional | Rp8.000.000 – Rp15.000.000 |
| 6 | Analis Lalu Lintas Kereta | Rp7.000.000 – Rp13.000.000 |
| 7 | Safety Specialist (Keselamatan) | Rp7.000.000 – Rp14.000.000 |
| 8 | Perencana Transportasi Rel | Rp8.000.000 – Rp16.000.000 |
| 9 | Kepala Stasiun | Rp10.000.000 – Rp18.000.000 |
| 10 | Manajer Operasional Kereta | Rp15.000.000 – Rp30.000.000 |
| 11 | Manajer Teknik Perkeretaapian | Rp15.000.000 – Rp30.000.000 |
| 12 | Project Manager | Rp18.000.000 – Rp35.000.000 |
| 13 | Director / Senior Leadership | Rp30.000.000 – Rp60.000.000 |
Skala gaji di atas mencerminkan variasi dari posisi entry-level hingga pimpinan. Gaji yang diterima profesional perkeretaapian umumnya meningkat seiring dengan tanggung jawab, sertifikasi profesional, serta pengalaman di bidang kereta api.
Apakah Gaji STTD Perkeretaapian Sesuai UMR?
Gaji di sektor perkeretaapian, termasuk untuk lulusan STTD, umumnya lebih tinggi daripada Upah Minimum Regional (UMR) di banyak kota besar seperti Jakarta, Bandung, maupun Surabaya. UMR merupakan standar gaji minimum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai acuan pengupahan bagi pekerja.
Posisi entry-level seperti operator kereta api atau kondektur biasanya memiliki gaji pokok di atas UMR karena pekerjaan tersebut membutuhkan keahlian teknis dan tanggung jawab keselamatan yang tinggi. Posisi dengan tanggung jawab dan kompleksitas lebih tinggi seperti manajer atau supervisor operasional memiliki gaji yang jauh melebihi UMR daerah, sebagai kompensasi atas keterampilan manajerial dan profesional yang diperlukan.
Tunjangan dan Fasilitas Karyawan

Selain gaji pokok, karyawan di industri perkeretaapian biasanya mendapatkan berbagai tunjangan dan fasilitas untuk memperkaya kompensasi mereka. Beberapa tunjangan yang umum diberikan meliputi:
1. Tunjangan Jabatan: Tambahan finansial berdasarkan level posisi.
2. Tunjangan Transportasi: Dukungan biaya perjalanan bagi pekerja yang berada di lokasi lapangan atau stasiun.
3. Tunjangan Keselamatan / Risiko: Insentif bagi pekerja yang bekerja di lingkungan dengan tingkat risiko tinggi.
4. Tunjangan Makan: Bantuan biaya konsumsi di tempat kerja.
5. Tunjangan Keluarga: Tambahan untuk karyawan yang sudah berkeluarga.
6. Asuransi Kesehatan dan Ketenagakerjaan: Perlindungan finansial untuk kebutuhan medis dan kecelakaan.
7. Bonus Prestasi Tahunan: Penghargaan sesuai kinerja individu dan pencapaian target.
Jam dan Shift Kerja
Jam kerja di industri perkeretaapian bisa bervariasi tergantung pada tugas dan posisi yang dijalankan. Berikut garis besarnya:
Operasional lapangan seperti operator kereta, petugas stasiun, dan teknisi sering kali bekerja dalam sistem shift, mengingat layanan kereta api berjalan hampir 24 jam. Shift ini dapat mencakup:
1. Shift pagi
2. Shift siang
3. Shift malam
Sistem ini memungkinkan layanan perkeretaapian tetap berjalan lancar setiap hari. Sementara itu, posisi kantor seperti staf administrasi atau manajemen mengikuti jam kerja standar sekitar 8 jam per hari dengan hari kerja Senin sampai Jumat.
Beberapa pekerjaan khusus seperti pengawasan lapangan atau layanan pelanggan, dapat memerlukan kesiagaan atau lembur sesuai kebutuhan operasional, sehingga jam kerja bisa lebih fleksibel.
FAQ Seputar Gaji STTD Perkeretaapian
Apakah lulusan STTD langsung bisa bekerja sebagai operator kereta?
Ya, lulusan STTD yang memiliki kompetensi teknis dan sertifikasi pendukung dapat melamar posisi operator kereta api, asalkan memenuhi persyaratan perusahaan atau instansi terkait.
Apakah ada peluang kenaikan gaji?
Peluang kenaikan gaji biasanya mengikuti evaluasi kinerja, sertifikasi tambahan, serta pengalaman kerja yang semakin meningkat.
Apakah gaji yang diterima termasuk tunjangan?
Gaji pokok biasanya ditambah tunjangan seperti tunjangan jabatan, transportasi, keselamatan, dan fasilitas lainnya untuk memperkuat total kompensasi.
Berapa lama masa kerja sebelum naik posisi?
Tidak ada aturan baku, namun umumnya kenaikan jabatan dan gaji mengikuti pengalaman serta hasil penilaian kinerja tahunan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, gaji STTD perkeretaapian di tahun 2025 berada dalam kisaran sekitar Rp5.000.000 hingga Rp60.000.000 per bulan, tergantung pada posisi, lama pengalaman, serta tingkat tanggung jawab pekerjaan. Untuk level pemula seperti petugas stasiun, kondektur dan operator kereta, pendapatan umumnya dimulai dari sekitar Rp5.000.000 sampai Rp10.000.000 per bulan dan sudah berada di atas UMR sejumlah wilayah operasional.
Sedangkan posisi menengah seperti teknisi, pengawas operasional, analis lalu lintas, dan perencana transportasi rel berada dalam rentang Rp7.000.000 hingga Rp18.000.000 per bulan, sesuai beban kerja dan sertifikasi yang dibutuhkan.
Pada level lebih tinggi seperti kepala stasiun, manajer operasional, hingga project manager, gaji dapat meningkat hingga Rp18.000.000 sampai Rp35.000.000 per bulan, dan untuk level eksekutif atau jajaran direktur dapat mencapai Rp30.000.000 hingga Rp60.000.000 per bulan.
Jika digabungkan dengan tunjangan jabatan, transportasi, keselamatan, bonus prestasi, serta fasilitas kesehatan dan ketenagakerjaan, total kompensasi yang diterima bisa meningkat signifikan dibandingkan gaji pokoknya.
Baca Juga: Gaji PT Young Tree Terbaru 2025, Paling Lengkap Semua Posisi


