Gaji Pertanian di Jepang Tokutei Ginou menjadi topik yang dicari para pencari kerja Indonesia, khususnya bagi mereka yang bermimpi bekerja di luar negeri. Di dalam artikel ini, telah merangkum dengan lengkap berbagai macam informasi kisaran gaji, jam kerja, tunjangan, fasilitas, hingga berbagai informasi menarik lainnya yang wajib kamu ketahui sebelum melamar pekerjaan. Simak penjelasan lengkapnya disini.
Profil Tokutei Ginou di Sektor Pertanian

Tokutei Ginou, atau Specified Skilled Worker (SSW), adalah jenis visa kerja bagi warga negara asing yang ingin bekerja di sektor tertentu di Jepang, termasuk pertanian dan peternakan. Visa ini diperkenalkan untuk menjawab kekurangan tenaga kerja Jepang yang semakin menurun karena penuaan populasi.
Berbeda dengan program magang, visa Tokutei Ginou memberikan hak yang lebih kuat, termasuk hak bekerja penuh waktu, sistem gaji yang setara dengan pekerja Jepang, serta potensi perpanjangan kontrak kerja selama masa tinggal yang berlaku.
Kisaran Gaji Pertanian di Jepang Tokutei Ginou 2026
Informasi gaji di bawah ini disesuaikan berdasarkan level pengalaman yang dapat kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum melamar ke perusahaan dengan posisi yang dituju.
| Posisi / Jenis Pekerjaan | Estimasi Gaji / Bulan (¥) | Estimasi ke IDR (±) |
| Pekerja Pertanian Dasar (tanam, panen) | ¥150.000 – ¥200.000 | Rp15.000.000 – Rp20.000.000 |
| Tokutei Ginou – Basis | ¥180.000 – ¥230.000 | Rp18.000.000 – Rp23.000.000 |
| Peak Season / Lembur Aktif | ¥200.000 – ¥230.000 | Rp20.000.000 – Rp23.000.000 |
| Spesialis Mesin / Hortikultura (greenhouse, teknologi) | ¥220.000 – ¥264.000 | Rp22.000.000 – Rp26.400.000 |
| Pekerja Paruh Waktu / Musiman (per jam) | ¥900 – ¥1.300 / jam | Rp90.000 – Rp130.000 / jam |
| Magang Pertanian (Program TITP) (per jam) | ¥800 – ¥1.300 / jam | Rp80.000 – Rp130.000 / jam |
Upah per jam di sektor pertanian Jepang dibayar sesuai standar upah minimum prefektur, biasanya di atas ¥1.000 per jam untuk program SSW. Pekerja Tokutei Ginou sering menerima struktur gaji bulanan yang setara dengan pekerja Jepang pada level dasar pertanian. Gaji dalam tabel ini adalah kisaran kotor sebelum dipotong pajak, asuransi kesehatan, dan asuransi pensiun.
Apakah Gaji di Jepang Tokutei Ginou Mengikuti Standar Upah Minimum?
Ya, gaji di sektor pertanian yang bekerja melalui visa Tokutei Ginou mengikuti standar upah minimum yang berlaku di setiap prefektur Jepang. Jepang memiliki aturan upah minimum berdasarkan wilayah, sehingga pekerja mungkin menerima gaji berbeda di daerah pedesaan dibandingkan kota besar.
Upah minimum pada sektor pertanian umumnya berkisar di atas standar minimum nasional Jepang, dan visa Tokutei Ginou memberikan hak yang setara dengan pekerja setempat, artinya upah bulanan tidak boleh di bawah ketentuan UMR Jepang.
Tunjangan dan Fasilitas untuk Pekerja Pertanian

Pekerja dengan visa Tokutei Ginou biasanya mendapatkan paket fasilitas yang cukup menarik di Jepang, antara lain:
1. Asuransi Kesehatan & Ketenagakerjaan
Pemerintah Jepang menetapkan bahwa setiap pekerja wajib terdaftar dalam sistem asuransi kesehatan dan asuransi ketenagakerjaan, sehingga biaya medis dan risiko kecelakaan kerja menjadi lebih aman.
2. Tunjangan Transportasi dan Akomodasi
Sebagian perusahaan pertanian menyediakan fasilitas transportasi dari tempat tinggal ke lokasi kerja dan tunjangan akomodasi berupa rumah atau asrama dengan biaya yang rendah atau bahkan gratis tergantung kebijakan pemberi kerja.
3. Tunjangan Lembur (Zangyou Teate)
Upah lembur biasanya dibayar lebih tinggi dari upah standar per jam, terutama saat musim panen atau saat beban kerja meningkat.
4. Bonus Periodik
Beberapa perusahaan Jepang memberikan bonus kinerja atau bonus tahunan yang dapat meningkatkan total pendapatan tahunan.
Jam dan Shift Kerja di Sektor Pertanian Jepang
Pekerja pertanian biasanya bekerja sekitar 8 jam per hari, dengan kemungkinan lembur terutama saat musim tanam atau panen. Jam kerja bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan produksi yang tergantung pada musim atau jenis tanaman yang dikelola.
1. Jam Kerja Standar
Pekerja biasanya mulai dari 08.00 – 17.00 dengan istirahat makan siang di tengah hari, mengikuti pola 8 jam kerja efektif sehari.
2. Kerja Lembur Musiman
Pada masa panen atau musim tertentu, pekerjaan bisa berlangsung lebih dari jam standar, sehingga pekerja berhak atas upah lembur sesuai hukum Jepang.
3. Hari Libur & Cuti
Pekerja berhak atas hari libur mingguan dan beberapa cuti tahunan sesuai ketentuan ketenagakerjaan Jepang, meskipun hal ini sering tergantung pada kesepakatan kontrak tempat kerja.
FAQ Seputar Gaji Pertanian di Jepang Tokutei Ginou
1. Berapa gaji rata-rata pekerja pertanian Tokutei Ginou?
Rata-rata gaji bulanan berkisar antara ±¥180.000 hingga ¥220.000, atau sekitar Rp18-23 juta sebelum potongan pajak dan asuransi.
2. Apa saja tunjangan yang biasanya diberikan?
Tunjangan meliputi asuransi kesehatan, akomodasi atau asrama, tunjangan transportasi, serta bonus kinerja atau lembur.
3. Bagaimana jam kerja di pertanian Jepang?
Jam kerja standar biasanya sekitar 8 jam per hari, dengan kemungkinan lembur pada musim tanam atau panen.
4. Apa perbedaan gaji Tokutei Ginou dengan program magang?
Tokutei Ginou umumnya menawarkan gaji yang lebih tinggi dan hak kerja lebih kuat dibandingkan program magang, termasuk hak pindah kerja dan asuransi setara pekerja lokal.
5. Apakah saya perlu kemampuan bahasa Jepang untuk mendapatkan gaji tinggi?
Ya, biasanya pelamar harus lulus tes bahasa Jepang setingkat JLPT N4 atau setara untuk memenuhi syarat visa dan memaksimalkan peluang mendapatkan pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.
Kesimpulan
Gaji pertanian di Jepang untuk pekerja asing melalui visa Tokutei Ginou berkisar di ¥180.000 – ¥220.000 per bulan (± Rp18-23 juta) sebelum potongan pajak dan asuransi. Besaran gaji ini mampu menutupi kebutuhan hidup di daerah pertanian Jepang sambil tetap ada peluang untuk menabung atau mengirim uang ke keluarga di Indonesia.
Selain itu, pekerja juga mendapatkan fasilitas tunjangan seperti asuransi lengkap, tunjangan transportasi, akomodasi, serta kesempatan mendapatkan upah lembur dan bonus. Jam kerja umumnya mengikuti pola standar Jepang namun bisa lebih panjang pada masa panen.
Baca Juga: Gaji di PT Sarana Abdi Bahagia Terbaru 2026 Lengkap Fasilitas, Tunjangan, Jam Kerja


